Sebuah Renungan

Akhirnya saya lulus menjadi Dokter….
Tak ada yang lebih bangga, lebih gembira dan berbahagia di dunia ini kecuali ibu saya, ibu saya dan sekali lagi ibu saya lalu Ayah saya. Saya dipeluk dan dicium lama banget dengan getaran jiwa yang penuh haru dan rasa syukur kepada Allah SWT. Saya menangis, ibu saya juga menangis bahkan lebih seru. Sembah nuwun Ya Allah..Alhamdulillah.
Sekarang saya sudah berumur 75 tahun. Enam kali masuk rumah sakit. Empat kali diruang intensif. Satu kali di ICU .Jadi saya tahu rasanya sakit. Juga betapa mahalnya ongkos berobat itu. Lima puluh tahun menggeluti praktek dokter dengan aneka problem pasien, bukanlah waktu yang pendek. Lalu saya merenung dan berpikir.
Inilah hasil renungan saya :
Umur saya sekarang sudah 75 tahun. Menggeluti praktek dokter sudah sekitar 50 tahun, Luaarr biasaa..!!!
Sekali lagi membuat saya merenung : sebagai dokter muslim, sering membuat saya berfikir setelah mengalami banyak peristiwa dalam menangani pengobatan pasien-pasien yang beraneka.

Merujuk ke kitab suci Al-Quran dan Al-Hadits maka saya berkesimpulan sebagai berikut :
Di dunia ini tidak ada kejadian atau peristiwa yang kebetulan. Baik tentang kelahiran, sehat, sakit, sembuh dan mati, semua itu melalui proses yang terukur berdasarkan proses sebab dan akibat. Tidak ada yang ngawur. Semuanya dirancang dan didesain dengan sempurna mengikuti kehendak Sang Pencipta ialah Allah SWT.
Allah SWT adalah penyebab awal setelah bersabda “ Kun Fa Yaa Kun “, lalu bergulir terus proses sebab dan akibat tersebut mengikuti kehendak-Nya.
Beliau berkuasa penuh dan menjaganya dengan sempurna. Sesuai dengan Qadla dan Qodar yang telah ditetapkan-Nya. Maka lahirlah berbagai macam ilmu sebab dan akibat, misalnya Ilmu Kedokteran.
Begitu persisnya penyakit yang berdasarkan proses sebab dan akibat ini sehingga bisa dipelajari dan menjadi buku “ Ilmu Medik Kedokteran “. Ada Patofisiologi , ada Biokimia, ada ke-Farmasian, ada Ilmu Bedah, ada ilmu-ilmu cabang Kedokteran yang lain, missal penyakit-penyakit organ dan sebagainya.
Semuanya terukur dan bisa dipelajari . Luar biasaaa..!! namanya “ Text Book of Internal Medicine “.

Maka sangatlah penting di waktu berobat itu jangan lupa berdoa yang tidak putus – putus mohon magfiroh , ridlo dan ijabah dari Allah SWT. Jadi sudah jelas…!!
Setelah paham, marilah kita melanjutkan ibadah kita, ikhlas berobat semata-mata karena mohon magfiroh, ridlo dan ijabah dari Allah SWT semata.
Aamiin.. Aamiin.. Aamiin..
Jazakumullah Khairan Katsiran
Alhamdulillah.

 

HAKIKAT PENYAKIT DAN PROSES KESEMBUHAN
– Penyakit itu punya kedaulatan kekuasaan autonomi yang hanya tunduk kepada Allah SWT, Tuhan-nya Pencipta nya.
Dokter, Pasien, dan upaya pengobatan adalah sebuah ritual ibadah yang harus mengikuti SOP akidah medik. Tidak boleh ngawur.
Dokter bertugas mengawal penyakit agar lurus menuju kesembuhan. Jangan sampai menuju komplikasi yang fatal.
Namun hasil akhir terserah keputusan Sang Pencipta Allah SWT sesuai qodlo qodar yang telah ditetapkan oleh-Nya.
Makhluk hanya punya La Haula Wala Quwwata illa billahil aliyil adhim, tidak ada daya kekuatan yang mampu menolong kecuali karena pertolongan Allah.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, semua itu lho miliknya Allah dan akan kembali kepada Allah. Setiap saat Allah berkuasa untuk mengambilnya. Tidak bisa dicegah.
Astaghfirullah hal adzim, aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.

Dapatkan informasi kesehatan
di inbox mu

Ayo berlangganan dan dapatkan berbagai informasi menarik dari kami

Terima kasih telah berlangganan

Maaf terjadi kesalahan

Add Your Comment

Dapatkan informasi kesehatan
di inbox mu

Ayo berlangganan dan dapatkan berbagai informasi menarik dari kami

Terima kasih telah berlangganan

Maaf terjadi kesalahan