Antioksidan dan Mikronutrient, Betulkah Memang Diperlukan?

Vitamin-vitamin atau nutrisi-nutrisi banyak ditawarkan melalui advertensi maupun door to door promotion. Banyak masyarakat yang terbius dan terlanjur membeli. Padahal harganya rata-rata sangat mahal, tetapi bukti klinisnya tidak ada, hanya testimoni dari orang-orang yang terkenal atau karena “tutur tinular” saja dari mulut ke mulut.
Nah, bagaimana ulasan menurut sudut pandang medis? Jawabannya adalah sebagai berikut.
Kehidupan kita ini setiap hari tidak luput dari stres. Baik stres yang akut, misalnya trauma kejiwaan, sering marah-marah atau dimarahi bos atau stres kronis karena beratnya tantangan dan perjuangan kehidupan, masalah rumah tangga, dan sebagainya. Semua stres tersebut akan memicu syaraf simpatis lebih dominan atau lebih aktif, sehingga banyak dilepas hormon catecholamin maupun nor epinefrin yang pada gilirannya akan mengakibatkan “stress oksidatif” dan meningkatkan oksidant bebas (free radical). Stress oksidatif ini juga termasuk the disease continuum, berlangsung kronis dan selama hidup sampai pembuluh darah arteri rusak (CV event) karena mengalami pembuntuan akibat dirusak oleh radikal bebas tersebut.
Kebiasaan minum alkohol, merokok, kurang olahraga, juga akan memicu stress oksidatif yang membuat pembuluh darah menjadi mengeras dan buntu (The Atherosclerosis Syndrome).
Penyakit-penyakit yang kronis misalnya D.M., GGK, Hipertensi (HTN), juga mengalami stress oksidatif yang sangat kuat dan berlangsung kronis/menahun dengan akibat akan memicu inflamasi, suatu reaksi keradangan non infeksi di pembuluh-pembuluh darah vaskuler yang halus maupun yang besar (micro/macrovasculer). Kerusakan pembuluh darah yang halus tersebut bisa dilihat di retina mata, berupa retinopati. Itulah sebabnya dokter mata banyak yang menulis resep antioksidan untuk memelihara kesehatan mata (retina). Juga penderita penyakit jantung koroner perlu antioksidan untuk menghambat penyumbatan vaskulernya.
Dan masih banyak lagi bahasan-bahasan yang perlu dikupas secara ilmiah sebab antioksidan memang betul diperlukan oleh setiap pasien. Namun seberapa jauh khasiatnya dan seberapa besar dosis yang dibutuhkan masih belum bisa dijawab. Jadi perlu evidence based (bukti klinis). Kadar antioksidan dapat diukur/diperiksa di laboratorium.
Pada “HOPE Study”, suatu uji klinis dunia yang terkenal karena melibatkan peserta/pasien dalam jumlah yang sangat besar yaitu lebih dari 10.000 pasien, ternyata vitamin E terbukti tidak ada manfaatnya untuk menurunkan CV event. Padahal sebelumnya vitamin E dipromosikan sebagai antioksidan yang kuat dan penuh manfaat. Setelah kajian ”HOPE Study” ini dipublikasikan, maka penjualan vitamin E menjadi menurun drastis. Promosinya tidak gencar lagi. Sekarang yang mengambil alih pasar adalah vitamin-vitamin yang ada di herbal atau nutrisi-nutrisi yang berkhasiat yang ilmunya disebut “Nutraceutical Pharmacy”.
Di Amerika bahasan-bahasan tentang makanan yang berkhasiat tersebut banyak ditulis di jurnal internasional “JANA” (Journal of American Nutraceutical Association). Dalam jurnal ini banyak ditulis dan dikaji manfaat dari mikronutrient yang banyak terdapat dalam herbal atau tanaman-tanaman langka. Mikronutrient adalah zat yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sel-sel tubuh, jumlahnya sangat minimal namun perlu dan sangat dibutuhkan untuk kelangsungan reaksi-reaksi biomolekuler dalam rangka menjaga kesehatan.
Kebutuhan mikronutrient tersebut makin menghebat bila tubuh sedang sakit misalnya infeksi, keganasan, dan sebagainya. Jadi mikronutrinet ini sangat penting untuk memacu kekebalan tubuh ke dalam posisi yang protektif bahkan diharapkan bisa meningkat ke tingkat memicu kesembuhan dari penyakit yang sedang dideritanya.
Bahasan tentang mikronutrient ini akan meluas karena memang merupakan area penyelidikan baru dan sangat menjanjikan untuk komoditas perdagangan. Siapa yang tidak ingin sehat dan sejahtera hanya dengan minum antioksidan dan mikronutrient secara terus-menerus? Bukankah stress oksidatif dan meningkatnya radikal bebas berlangsung seumur hidup sampai ajal/wafat? Masalahnya bukti manfaat klinis jangka panjang bagi yang mengkonsumsi dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi belum ada. HOPE Study menemukan bukti bahwa vitamin E dosis tinggi tidak berhasil menurunkan morbidity maupun mortality dari kejadian kardiovaskuler.
Jadi masalahnya tinggal percaya atau tidak terhadap testimoni-testimoni dari para pengguna yang telah minum atau mengkonsumsi antioksidan dan mikronutrient tersebut. Maka sudah ditampilkan tokoh-tokoh masyarakat bahkan tokoh-tokoh sarjana kedokteran selevel profesor untuk dipromosikan (dijual) testimoninya. Boleh percaya, boleh tidak percaya! Terserah Anda.
Namun secara hipotesa logika ilmu memang stress oksidatif dan terbentuknya radikal bebas ini betul-betul berlangsung seumur hidup dan bisa diukur di laboratorium. Jadi secara logika kalau ingin sehat sejahtera dan umur panjang maka kita harus banyak mengkonsumsi antioksidan dan mikronutrient di saat sehat maupun sakit. Toh efek samping yang fatal atau merusak organ tidak ada. Kalau Anda percaya, silakan mencoba! Pesan saya, jangan terbius oleh promosi MLM (multilevel marketing) sebab obat-obat ini harganya mahal alias tidak murah! Mau mencoba??

Dapatkan informasi kesehatan
di inbox mu

Ayo berlangganan dan dapatkan berbagai informasi menarik dari kami

Terima kasih telah berlangganan

Maaf terjadi kesalahan

Add Your Comment

Dapatkan informasi kesehatan
di inbox mu

Ayo berlangganan dan dapatkan berbagai informasi menarik dari kami

Terima kasih telah berlangganan

Maaf terjadi kesalahan